Setelah lebih dari 70 tahun memproklamasikan diri dan berharap setara dengan negara-negara lainnya di dunia, ternyata hingga hari ini ia masih sibuk dengan urusan eksistensinya sebagai sebuah “negara”.

Ia masih mengemis pengakuan, menakut-nakuti negara yang tak mau mengakuinya, dan menebar janji-janji penuh bebungaan kepada siapapun yang mau melakukannya.