Jika kita menilai apa yang disampaikan Rahbar hanya pada kekalahan yang dialami rezim zionis dari segi intelijen dan informasi saja, dimana badan intelijen rezim zionis tidak mampu memprediksi kedatangan serangan ini,

Pembentukan rezim Zionis sejatinya adalah kemah tentara (barak). Sejatinya rezim zionis dibangun dengan militer.

Dalam 2 hari, untuk pertama kali, langkah ofensif ini mampu merangsak masuk ke wilayah yang diduduki. Sebuah kelompok pejuang perlawanan muslim berhasil masuk kembali ke tanah yang dirampas sejak 1948.

Berhasil merebut kembali 22 wilayah distrik pemukiman dan berhasil menawan beberapa personil militer. Mereka bukannya tertangkap di medan perang, tapi tertangkap di kediaman mereka masing-masing.

Tapi sekarang jelas, sebuah kelompok kecil, kelompok perlawanan dari rakyat Palestina dibandingkan militer Israel, mampu mengungguli intelijen dan militer Israel.