Isu seputar kematian wanita Iran bernama Mahsa Amini menjadi senjata bagi musuh-musuh Republik Islam itu untuk mengacaukan situasi di Iran. Mewreka melancarkan kampanye disinformasi di media sosial, yang menjadi strategi andalan mereka untuk menciptakan propaganda anti pemerintah di dalam Iran, yang didukung oleh media-media asing berbahasa Persia.