Bisa jadi di satu tempat, di kantor kementerian misalnya, seorang perempuan; dia cerdas, belum-menikah dan produktif, bisa jadi lebih baik dibanding seorang laki-laki untuk menjabat pekerjaan tersebut. Jelas, perempuan tersebut layak dan batas menjabat.

Di berbagai ranah manajemen, ketenagakerjaan, sosial, pemerintahan, kehadiran perempuan tidak ada kata batasan sedikit pun.

Mana yang pantas dan layak? Lihat dari kelayakan dan kompetensinya. Tidak keberpihakan dan berat sebelah. Tidak ada batasan. Di ranah ini tidak ada batasan dan pengecualian. Inilah pandangan Islam. Poin pentingnya adalah kelayakan.